Selamat Datang di Blog Analis Kesehatan Pontianak, Semoga Blog kami bermanfaat bagi Anda. Jangan Lupa untuk meninggalkan komentar untuk kemajuan blog kami, terima kasih!

24 Februari 2011

Kiat membaca Hasil Laboratorium Darah Part III

Postingan kali ini adalah bagian terakhir dari postingan-postingan terdahulu.


Pemeriksaan Darah Lengkap
Darah lengkap (Complete Blood Count/CBC) adalah pemeriksaan untuk menilai jumlah sel darah dan kadar hemoglobin. Saat ini pemeriksaan darah lengkap sudah menggunakan alat penghitung sel darah otomatis atau disebut haematology analyzer yang mampu menghitung sel-sel darah dengan waktu yang cepat dan akurat. Pemeriksaan darah ini juga sering disebut sebagai pemeriksaan darah rutin. Beberapa parameter yang diperiksa adalah :


Pemeriksaan Sel Darah Putih (Lekosit)
Jumlah sel darah putih (lekosit) atau White Blood Cell (WBC). Normalnya, jumlah lekosit dalam darah adalah 4,0 – 11,0 x10^3/mmk (millimeter kubik) darah. Lekosit yang tinggi dapat dijumpai pada infeksi bakterial, tumor, luka bakar, leukemia, dsb. Jumlah lekosit dapat menurun pada penyakit sumsum tulang (misalnya pada anemia aplastik, mielofibrosis, infiltrasi neoplasma, dsb), inveksi virus (demam berdarah dengue, campak, HIV, dsb), pengaruh obat-obatan (misalnya obat anti kanker), dan sebagainya.

Hitung jenis lekosit atau differential count. Pemeriksaan ini menghitung jumlah sel-sel lekosit, yaitu : netrofil, limfosit, monosit, eosinofil, basofil. Netrofil meninggi atau netrofilia dapat dijumpai pada infeksi bakterial, kerusakan jaringan (infark jantung atau paru-paru, luka bakar, dsb), kelainan metabolism (eclampsia atau keracunan kehamilan, pirai atau gout, sindroma chusing, dsb), leukemia granulositik, dan sebagainya. Jumlah netrofil menurun atau netropenia dijumpai pada kelainan sumsum tulang, radiasi, inveksi virus, obat-obatan anti kanker, dan sebaginya.
Limfosit dalam jumlah yang tinggi atau limfositosis dijumpai pada batuk rejan, tuberculosis, hepatitis, infeksi cytomegalovirus (CMV), hipertiroideime, dsb. Sedangkan jumlah limfosit menurun atau limfopenia dapat dijumpai pada gagal jantung kongestif, gagal ginjal, tuberculosis berat, terapi steroid, dsb.
Monosit dalam jumlah melebihi normal atau monositosis dijumpai pada tuberculosis, endokarditis sub akut bacterial, lupus, arthritis rheumatoid, sifilis, dsb.
Eosinofil dalam jumlah melebihi normal atau eosinofilia dijumpai pada alergi, infeksi cacing, penyakit kulit, dsb.
Basofil melebihi normal atau basofilia dapat dijumpai pada leukemia granulositik kronik, polisitemia vera, setelah spelenektomi, dsb.


Pemeriksaan Sel darah Merah (Eritrosit)
Jumlah sel darah merah/eritrosit (Red Blood Cell/RBC), hemoglobin (Hb/HGB) dan hematokrit (Hct). Hemoglobin adalah zat warna darah berupa protein yang membawa oksigen didalam sel darah merah. Hematokrit adalah persentase sel darah merah atau eritrosit. Di laboratorium, yang RBC dan HGB, sementara Hct dihitung dari RBC. HGB dan Hct rendah dinamakan anemia. Anemia dapat disebabkan oleh kekurangan gizi, kehilangan darah, kerusakan sel darah internal, atau kegagalan untuk memproduksi darah dalam sumsum tulang. HGB tinggi dapat terjadi karena penyakit paru-paru, tinggal di tempat ketinggian tinggi, atau sumsum tulang berlebihan produksi sel darah.
Mean Corpuscular Volume (MCV) adalah rata-rata volume sel darah merah atau eritrosit. MCV dihitung dari RBC, HGB dan Hct. MCV membantu mendiagnosa penyebab anemia. Rendahnya nilai MCV mencerminkan kekurangan zat besi Fe), nilai MCV tinggi mencerminkan kekurangan vitamin B12 atau Asam Folat, tidak efektifnya produksi di sumsum tulang.


Pemeriksaan Trombosit
Trombosit atau platelet (Plt) adalah keeping-keping darah yang berfungsi dalam mencegah perdarahan. Jumlah trombosit yang tinggi atau trombositosis dijumpai pada perokok, stroke diabetic atau kelebihan produksi oleh sumsum tulang. Rendahnya jumlah trombosit atau trombositopenia dijumpai pada Immune Thrombocytopenia (ITP), kehilangan darah akut, demam berdarah dengue (DBD), efek obat (misalnya heparin), infeksi dengan keracunan darah, pembesaran limpa, kegagalan produksi dalam sumsum tulang, myelofibrosis atau leukemia.


Kecepatan Endap Darah (KED)
Istilah lain untuk KED ini adalah laju endap darah (LED) atau erythrocyte sedimentation rate (ESR) adalah kecepatan pengendapan sel darah merah dalam tabung tes dengan ukuran tertentu. Pemeriksaan ini digunakan untuk mengetahui adanya peradangan atau inflamasi. Nilai KED yang tinggi mencerminkan adanya peradangan atau inflamasi, dapat dijumpai pada : tuberculosis, arthritis rheumatoid, multiple myeloma (ME), tumor. KED tinggi juga dapat dijumpai pada kehamilan.

3 komentar:

  1. Terimakasih yah, ini sangat membantu..

    BalasHapus
  2. apa ada hasil lain selain pemeriksaan darah rutin?
    bagaimana cara membaca hasil lab bagian imunologi?

    BalasHapus
  3. @anonim: maksud dari hasil lain selain pemeriksaan darah rutin??
    pemeriksaan hasil lab bagian imunologi yang mana ya??

    BalasHapus

komentar anda sangat berpengaruh dalam kemajuan blog ini..
jadi mohon komentarnya, no spam, no porn..
silahkan untuk menampilkan nama sebelum komentar..