Badan keton terdiri dari 3 senyawa, yaitu aseton, asam aseotasetat, dan asam β-hidroksibutirat, yang merupakan produk metabolisme lemak dan asam lemak yang berlebihan. Badan keton diproduksi ketika karbohidrat tidak dapat digunakan untuk menghasilkan energi yang disebabkan oleh : gangguan metabolisme karbohidrat (mis. diabetes mellitus yang tidak terkontrol), kurangnya asupan karbohidrat (kelaparan, diet tidak seimbang : tinggi lemak – rendah karbohidrat), gangguan absorbsi karbohidrat (kelainan gastrointestinal), atau gangguan mobilisasi glukosa, sehingga tubuh mengambil simpanan asam lemak untuk dibakar.
Tampilkan postingan dengan label Urinalisa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Urinalisa. Tampilkan semua postingan
24 Februari 2011
Urobilinogen Urine
Empedu, yang sebagian besar dibentuk dari bilirubin terkonjugasi mencapai area duodenum, tempat bakteri usus mengubah bilirubin menjadi urobilinogen. Sejumlah besar urobilinogen berkurang di faeses, sejumlah besar kembali ke hati melalui aliran darah; di sini urobilinogen diproses ulang menjadi empedu, dan kira-kira sejumlah 1% diekskresikan oleh ginjal ke dalam urin.
Ekskresi urobilinogen ke dalam urine kira-kira 1-4 mg/24jam. Ekskresi mencapai kadar puncak antara jam 14.00 – 16.00, oleh karena itu dianjurkan pengambilan sampel dilakukan pada jam-jam tersebut.
Bilirubin Urine
Secara normal, bilirubin tidak dijumpai di urin. Bilirubin terbentuk dari penguraian hemoglobin dan ditranspor ke hati, tempat bilirubin berkonjugasi dan diekskresi dalam bentuk empedu. Bilirubin terkonjugasi (bilirubin direk) ini larut dalam air dan diekskresikan ke dalam urin jika terjadi peningkatan kadar di serum. Bilirubin tak terkonjugasi (bilirubin indirek) bersifat larut dalam lemak, sehingga tidak dapat diekskresikan ke dalam urin.
Prosedur
Uji bilirubinuria dapat menggunakan reaksi diazo (dengan tablet atau dipstick), atau uji Fouchet (Harison spot test) dengan feri klorida asam (FeCl2). Uji bilirubinuria dengan reaksi diazo banyak dipakai karena lebih praktis dan lebih sensitif. Di antara dua macam uji diazo, uji tablet (mis. tablet Ictotest) lebih sensitif daripada dipstick.
- Reaksi diazoKumpulkan spesimen urin pagi atau urin sewaktu/acak (random). Celupkan stik reagen (dipstick) atau tablet Ictotest. Tunggu 30 detik, lalu bandingkan warnanya dengan bagan warna pada botol reagen. Pembacaan dipstick dengan instrument otomatis lebih dianjurkan untuk memperkecil kesalahan dalam pembacaan secara visual.
- Uji FouchetKe dalam 12 ml urin, tambahkan 3 ml barium klorida dan 3 tetes ammonium sulfat jenuh. Centrifuge selama 5 menit dengan kecepatan 3500 rpm. Buang supernatant, tambahkan 2 tetes larutan Fouchet pada endapan. Amati perubahan warna yang terjadi.Reaksi negatif jika tidak tampak perubahan warna. Reaksi positif jika terjadi perubahan warna : hijau atau biru.
Nilai Rujukan
Normal : negatif (kurang dari 0.5mg/dl)
Masalah Klinis
Bilirubinuria (bilirubin dalam urin) mengindikasikan gangguan hati atau saluran empedu, seperti pada ikterus parenkimatosa (hepatitis infeksiosa, toksik hepar), ikterus obstruktif, kanker hati (sekunder), CHF disertai ikterik. Urin yang mengadung bilirubin yang tinggi tampak berwarna kuning pekat, dan jika digoncang-goncangkan akan timbul busa.
Obat-obatan yang dapat menyebabkan bilirubinuria : Fenotiazin – klorpromazin (Thorazine), asetofenazin (Tindal), klorprotiksen (Taractan), fenazopiridin (Pyridium), klorzoksazon (Paraflex).
Faktor yang Dapat Mempengaruhi Temuan Laboratorium
- Uji dengan reaksi Diazo
- Reaksi negatif palsu terjadi bila urin mengandung banyak asam askorbat (vitamin C), kadar nitrit dalam urine meningkat, asam urat tinggi, serta bila bilirubin teroksidasi menjadi biliverdin akibat spesimen urin terpajan sinar matahari (ultraviolet) langsung.
- Hasil positif palsu dapat dijumpai pada pemakaian obat yang menyebabkan urine menjadi berwarna merah (lihat pengaruh obat
- Uji Fouchet
- Reaksi negative palsu terjadi bila bilirubin teroksidasi menjadi biliverdin akibat penundaan pemeriksaan.
- Reaksi positif palsu oleh adanya metabolit aspirin, urobilin atau indikan, urobilinogen.
Analisa Mikroskopis Pada urine
Pemeriksaan mikroskopik diperlukan untuk mengamati sel dan benda berbentuk partikel lainnya. Banyak macam unsur mikroskopik dapat ditemukan baik yang ada kaitannya dengan infeksi (bakteri, virus) maupun yang bukan karena infeksi misalnya perdarahan, disfungsi endotel dan gagal ginjal.
Metode pemeriksaan mikroskopik sedimen urine lebih dianjurkan untuk dikerjakan dengan pengecatan Stenheimer-Malbin. Dengan pewarnaan ini, unsur-unsur mikroskopik yang sukar terlihat pada sediaan natif dapat terlihat jelas.
PROSEDUR
Sampel urin dihomogenkan dulu kemudian dipindahkan ke dalam tabung pemusing sebanyak 10 ml. Selanjutnya dipusingkan dengan kecepatan relatif rendah (sekitar 1500 - 2000 rpm) selama 5 menit. Tabung dibalik dengan cepat (decanting) untuk membuang supernatant sehingga tersisa endapan kira-kira 0,2-0,5 ml. Endapan diteteskan ke gelas obyek dan ditutup dengan coverglass. Jika hendak dicat dengan dengan pewarna Stenheimer-Malbin, tetesi endapan dengan 1-2 tetes cat tersebut, kemudian dikocok dan dituang ke obyek glass dan ditutup dengan coverglass, siap untuk diperiksa.
Protein Urine
Biasanya, hanya sebagian kecil protein plasma disaring di glomerulus yang diserap oleh tubulus ginjal dan diekskresikan ke dalam urin. Dengan menggunakan spesimen urin acak (random) atau urin sewaktu, protein dalam urin dapat dideteksi menggunakan strip reagen (dipstick). Normal ekskresi protein biasanya tidak melebihi 150 mg/24 jam atau 10 mg/dl urin. Lebih dari 10 mg/dl didefinisikan sebagai proteinuria.
Kencing Batu
Istilah kencing batu digunakan untuk menyebut penyakit yang disebabkan adanya batu yang terbentuk di dalam ginjal dan saluran kencing. Tempat yang paling sering menjadi lokasi batu adalah ginjal, kemudian ureter dan kandung kemih.Batu ginjal terbentuk jika urin bertambah pekat yang menyebabkan substansi yang terkandung di dalamnya akan mengkristal dan lama-kelamaan menjadi batu. Batu ini bisa terbentuk di ginjal kanan, ginjal kiri atau kedua-duanya.
Batu ginjal sewaktu-waktu bisa turun masuk ke pipa kecil yang diameternya hanya beberapa milimeter, yang dinamakan ureter. Pipa ini menghubungkan ginjal dengan kandung kemih. Sebagaimana ginjal, ureter juga ada dua buah, di bagian kanan dan kiri. Batu ginjal yang masuk ke dalam ureter bisa terus turun hingga masuk ke dalam kandung kemih, atau bisa saja tersangkut dalam pipa ureter dan tidak bisa bergerak sama sekali. Ini yang disebut batu ureter.
Batu kandung kemih bisa berasal dari ginjal yang turun melewati ureter atau memang terbentuk di dalam kandung kemih. Sama halnya dengan batu ginjal, batu kandung kemih terbetuk jika urin bertambah pekat (misalnya karena kurang minum) atau karena seringnya kandung kemih terinfeksi. Selain itu, orang yang kandung kemihnya abnormal (tumbuh tonjolan divertiulum, lumpuh), atau menderita pembesaran prostat beresiko mengidap batu kandung kemih. Namun, kasus batu kandung kemih lebih jarang terjadi.
Gejala Kencing Batu
Batu ginjal jarang menimbulkan gejala, kecuali jika sudah tersangkut pada saluran kemih ginjal, ureter atau menutupi muara kandung kemih. Gesekan dengan dinding saluran kemih menimbulkan nyeri kolik hebat, apalagi jika tersangkut di ureter. Tanpa serangan kolik, sebelumnya mungkin hanya sering demam ringan, mual, merasa tidak enak di perut dan nyeri pinggang kiri atau kanan, atau kedua-duanya.
Mungkin juga sudah mulai sering kencing, dan lebih sering kencing di malam hari. Jika telah menjadi berat, warna urin bisa keruh, merah berdarah dan kencing terasa nyeri. Nyeri sering terasa juga di kemaluan dan di bawah selangkangan. Jika batu menutupi muara saluran kemih kemaluan, pancaran kemih bisa mendadak berhenti, tersendat dan mungkin memancar lagi jika posisi tubuh berubah.
Jika batu kandung kemih sangat besar bisa menutupi saluran kemih sehingga urine yang terus-menerus diproduksi ginjal akan tertahan. Akibatnya bisa timbul kerusakan ginjal, bahkan bisa terjadi gagal ginjal.
Siapa yang bisa terkena kencing batu?
Tidak semua orang bisa terkena kencing batu. Ini tergantung dari sifat urinnya. Jika urin mengandung substansi yang bisa membentuk batu saluran kencing, maka orang berisiko terkena kencing batu.
Kebanyakan, batu kemih terbentuk dari zat kapur yang berikatan dengan oksalat (batu oksalat), fosfat (batu fosfat), karbonat (batu karbonat) atau kolesterol (batu kolesterol). Orang yang kelenjar anak gondoknya lebih aktif dari normal (hiperparatiroidisme), zat kapur dalam darahnya cenderung tinggi.
Selain batu kapur, ada juga batu urat dan batu cystine dan batu struvite. Batu urat terbentuk jika kadar asam urat (uric acid) dalam darahnya lebih dari normal dalam waktu yang lama. Batu cystine terbentuk jika orang mengalami kelainan metabolisme sehingga kadar cystine dalam urin tinggi. Batu struvite terbentuk jika saluran kencing sering mengalami infeksi (umumnya wanita).
Kencing batu bisa kambuh. Pria dua kali lebih sering terkena kencing batu daripada wanita. Beberapa tipe batu kemih bersifat menurun di lingkungan keluarga. Tipe batu kemih lainnya berkaitan dengan kegemukan, penyakit perut, cacat pada ginjal, atau oleh karena penyakit ginjal. Orang yang sering mengalami gangguan usus cenderung terkena batu oksalat. Infeksi saluran kemih yang berulang bisa mencetuskan batu kemih. Dan adanya batu kemih menjadi penyebab seringnya infeksi saluran kemih (urinary tract infection).
Diagnosis Kencing Batu
- Pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan laboratorium bertujuan untuk mengetahui adanya infeksi, fungsi ginjal dan penyebab batu kemih. Pemeriksaan ini terdiri dari :
- Pemeriksaan darah, seperti darah rutin, KED, tes fungsi ginjal (BUN, kreatinin, asam urat), SGOT, SGPT, kolesterol, kalsium
- Pemeriksaan urin (urinalysis)
- Analisa batu kemih
- Pemeriksaan radiologi. Pemeriksaan radiologi adalah pemeriksaan pencitraan yang bertujuan memastikan adanya batu kemih dan menentukan lokasi atau letak batu di saluran kemih. Beberapa pemeriksaan radiologi yang dapat dilakukan adalah :
- Foto rontgen polos perut
- Ultrasonografi (USG)
- Intravenous Pyelography (IVP)
- Retrograde Pyelography
- CT-scan perut
- Magnetic Resonance Imaging (MRI)
Mencegah Kencing Batu
Beberapa hal berikut ini mungkin bisa dilakukan untuk mencegah kencing batu :
- Banyak minum air putih
- Tidak membiasakan menunda atau menahan kencing
- Jika kadar asam urat tinggi, segera diturunkan dengan diet makanan atau jika perlu, minum obat penurun asam urat, seperti allopurinol
- Diet dengan membatasi makanan yang : (a) berzat kapur tinggi (susu dan produknya, obat mag antacidum), (b) mengandung purin tinggi (daging-dagingan, kacang tanah, dsb), (c) mengandung oksalat (sayur hijau, teh, cokelat, dsb), (d) garam dapur, (e) vitamin A dan C bermanfaat, tetapi vitamin D perlu dibatasi, (f) magnesium dan vitamin B6 dapat menurunkan oksalat urin
- Melakukan kontrol laboratorium darah dan urin secara rutin untuk memonitor asam urat, kolesterol, kalsium dan oksalat.
- Jika menderita diare harus segera diatasi agar jangan sampai dehidrasi atau keurangan cairan
Langganan:
Postingan (Atom)